“Kemarin kalau tidak salah bulan Januari, saya sudah sampaikan (mengusulkan) secara lisan sama kepala Dinas PU dan akhir bulan ini juga (Januari) ada kepala bidang peralatan. Saya sudah sampaikan tapi mereka juga bilang tunggu, karena belum ada anggaran, ya kami juga tidak bisa memaksa,” ungkap Idris.

Idris menyebutkan, selama COVID-19 menyebar di Kota Kendari, baru dua kali Dinas PU menurunkan eskavator. Pertama untuk menggali sekitar 40 lubang dan kedua menggali sekitar 50 lubang.

Dari lubang yang disediakan, sekitar 80 lubang telah terpakai untuk mengubur jenazah COVID-19 dari Kota Kendari, maupun jenazah rujukan dari luar kendari.

Jika eskavor sudah diturunkan, dari 5.000 meter persegi lahan yang sudah disiapkan masih dapat menambah 20-25 lubang lagi.

Selain Eskavator, TPU Punggolaka juga membutuhkan Buldoser untuk membersihkan 5.000 meter persegi lahan yang juga sudah disediakan untuk jenazah COVID-19. (B)