“Jujur, sebenarnya baru kita mulai paham mengenai AI ini bulan Agustus ini. Kemarin kami juga di-brief bagaimana di Amerika juga sekarang lagi gencar-gencarnya digitalisasi, mereka berbasis AI. Saya bahagia betul karena ini dilakukan oleh anak-anak Indonesia,” tuturnya.
Luhut menambahkan, proyek percontohan untuk digitalisasi penyaluran bantuan sosial akan dimulai di Banyuwangi, Jawa Timur. Meski demikian, digitalisasi tidak hanya terbatas pada bansos, tetapi juga mencakup integrasi data dan sistem perencanaan anggaran nasional.
Baca Juga: Gaduh Nampan MBG Disebut Mengandung Minyak Babi, Begini Penjelasan Istana
“Perencanaan nanti kita masukkan di Bappenas. Sehingga semua anggaran terpadu, programnya terpadu, legalnya terpadu, semua kita buat terpadu,” tegasnya.
Selain itu, Luhut menyebut bahwa tim yang mengembangkan GovTech adalah kelompok yang sebelumnya mengerjakan aplikasi Peduli Lindungi. Ia optimistis bahwa kolaborasi ini akan menjadi pengubah arah bagi sistem pemerintahan Indonesia.
