Mantan Kepala Staf Kepresidenan RI, menyebut saat ini herd immunity bukan lagi hal yang dikejar pemerintah, pasalnya efikasi vaksin COVID-19 tidak ada yang 100 persen. Artinya, meski sudah vaksin, virus COVID-19 masih bisa saja menjangkit.
"Memang karena varian delta yang tidak memungkinkan kita masuk ke herd immunity, angka ini karena reproduksi penularan delta 5-8 kali lebih kuat. Vaksin yang ada efikasinya hanya 60-70 persen, mau Pfizer atau apa nggak ada yang tahan," ungkap Luhut.
Oleh sebab itu, Luhut mengajak Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk bersenergi mendukung program percepatan vaksinasi, penggunaan masker, testing, trancing, dan treatment juga menjadi strategi andalan menghadapi COVID-19.
"Pedulilindungi ini masuk juga testing, tracing. Kami buat aplikasinya, pedulilindungi ini akan jadi peran penting untuk memisahkan orang COVID-19, jangan berkeliaran, dia akan isoter, jika itu terjadi penularan itu akan dikendalikan," ucap Luhut.
Sehingga strategi yang disiapkan, kata Luhut, misalnya dengan mengoptimalkan aplikasi ini juga akan dimaksimalkan penggunaannya untuk melakukan pelacakan dan mencegah orang-orang yang tertular COVID-19 berkeliaran.
