Sementara pemuda Sultra, Rasmin Jaya, yang juga hadir dalam kegiatan tersebut, menilai berhimpunnya pemuda yang tergabung dari 17 kabupaten dan Kota di Sultra, merupakan upaya positif.

Dia mengatakan ini menjadi salah satu instrumen untuk mengkonsolidasikan kepada masyarakat dalam pemenang LA-IDA.

Baca Juga: Ratusan Anak Antusias Ikut Sunat Gratis oleh Relawan Lukman Abunawas

“Saya melihat ini salah satu strategi dan pola baru yang tidak dimiliki oleh calon lain, sehingga ini akan memudahkan memobilisasi kaum muda khususnya pemilih cerdas dan rasional untuk melihat calon pemimpin yang mampu mengakomodir kepentingan masyarakat Sulawesi Tenggara dengan program, ide, dan gagasannya,” ujarnya.

Pengalaman LA-IDA, menurut Rasmin, lebih dari cukup sebagai modal untuk menjajaki diri sebagai calon pemimpin di Bumi Anoa. Jam terbang mereka yang sudah lama di pemerintahan sebagai cermin seberapa paham pasangan ini terhadap kondisi dan kebutuhan masyarakat Sultra.