"TACB harus ganjil tidak boleh genap, sementara hasil asesmen yang lulus dari Kolaka Utara cuman empat orang, jadi untuk memenuhi syarat tersebut kami mencari satu orang lagi. Dan pilihannya ke Drs. H. Haeruddin, MM, TACB Makassar," kata Sadaruddin, Rabu (23/6/2021).
Baca Juga: Pasien COVID-19 Kabur Usai Melahirkan, Bayi Ikut Positif
Dipilihnya salah satu TACB Makassar bukan tanpa alasan, selain berpengalaman dengan benda-benda cagar budaya, ia juga dianggap mampu mendampingi TACB Kolut yang baru terbentuk.
"Sengaja kami memilih beliau karena sudah berpengalaman dengan benda-benda cagar budaya. Selain itu, ia juga orang yang memiliki kualifikasi ilmu yang dibutuhkan untuk TACB juga tidak ada di Kolaka Utara, sehingga kami mengambil dari luar," jelasnya.
Meski demikian, komposisi tersebut tidak selamanya seperti itu. Ketika masa tugas TACB selesai, maka komposisi bisa berubah.
