Kapitalis di Balik Lumbung Pangan Nasional
Lumbung pangan nasional adalah konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, dan peternakan di dalam suatu kawasan.
Kalau dilihat konsepnya memang terlihat bagus. Hanya saja dengan kondisi keuangan negara yang defisit, ditambah masih adanya lahan pertanian yang bisa dioptimalkan untuk menyiapkan ketersediaan pangan dalam negeri, pembangunan lumbung pangan nasional ini terkesan dipaksakan.
Aroma bisnis khas kapitalis pun menyeruak di balik pembangunan lumbung pangan nasional ini. Apalagi dana yang akan dikeluarkan dalam pembangunannya cukup besar. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Guru Besar Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB) Hermanto Siregar bahwa pemerintah menugaskan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) untuk turut menggarap lumbung pangan, sehingga basisnya menjadi korporasi (Detik.com, 5/7/2020).
Wakil Menteri BUMN, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, proyek food estate dikomandoi langsung oleh Kementerian Pertanian. Sementara Kementerian BUMN bersama RNI ikut mendukung rencana program tersebut agar berhasil dan memberikan manfaat bagi peningkatan ketahanan pangan.
