Baca Juga: Mistik: Sering Kesurupan, Dalam Tubuh Mahasiswi Kendari Ini Ternyata Banyak Jin

Baca Juga: Warga Tetap Ngotot Bangun Pasar Mokoau, Sebagian Los Sudah Beroperasi

Hanya saja, pada saat perbaikan NIK KTP belum lama ini, Mariati disebut tidak kooperatif.

Ia menerangkan dari struktur pemerintahan bawah, RT/RW Pusat Kesejahtraan Sosial (Puskesos) hingga dan Pemerintah Kelurahan sudah melakukan pendekatan persuasif kepada Mariati untuk perbaikan data yang dimaksudkan.

"Tapi ternyata ada bahasa yang miris, ah apaji katanya cuman Rp 300 ribu, bahasa itu yang muncul," tambahnya.