Ada beberapa aplikasi yang secara perlahan mendorong muslim dan muslimah untuk meninggalkan rasa malu. Berbagai ekspresi dipertontonkan yang berpotensi merendahkan muruah.

Pada kesempatan yang lain Rasulullah SAW bersabda yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah, bahwa rasa malu adalah pangkal dari perbuatan yang menyalahi syariat. Jika rasa malu sudah tak tak dijaga, maka perbuatan salah yang lain akan merajalela.

“Jika Allah SWT ingin menghancurkan sebuah kaum, dicabutlah dari mereka rasa malu. Bila rasa malu telah hilang maka yang muncul adalah sikap keras hati. Bila sikap keras hati membudaya, Allah mencabut dari mereka sikap amanah (kejujuran dan tanggung jawab). Bila sikap amanah telah hilang maka yang muncul adalah para penghianat. Bila para pengkhianat merajalela Allah mencabut rahmat-Nya. Bila rahmat Allah telah hilang maka yang muncul adalah manusia laknat. Bila manusia laknat merajalela Allah akan mencabut dari mereka tali-tali Islam.” (HR. Ibnu Majah).

Sumber Rasa Malu

Dilansir dari Republika.co.id, rasa malu ada dua macam. Pertama, malu sebagai sebuah tabiat atau pembawaan, yang dianugerahkan Allah SWT sejak manusia dilahirkan.