Situasi tersebut berkembang seiring krisis Greenland yang turut memicu diskusi strategis di kawasan. Dalam pemberitaan Le Monde, Macron menyerukan masyarakat Eropa agar tidak terjebak pada sikap pasif. Ia memperingatkan agar publik tidak menyerah pada apa yang disebutnya sebagai “rasa lega (karena sikap) pengecut” yang hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan persoalan mendasar.

Macron juga menyinggung tekanan yang datang dari Amerika Serikat dalam berbagai isu kebijakan ekonomi dan keamanan. Ia menekankan bahwa Eropa harus menunjukkan ketegasan. Dalam laporan tersebut, ia menyatakan bahwa ancaman dari AS terjadi setiap hari dan Eropa tidak boleh mundur atau berkompromi ketika menghadapi “agresi terang-terangan.”

Selain jalur diplomasi, Macron mendorong penguatan sektor industri sebagai bagian dari ketahanan kawasan. Ia mengusulkan respons terkoordinasi di tingkat Uni Eropa untuk melindungi industri strategis melalui kebijakan “preferensi Eropa.” Sektor yang disebut meliputi teknologi bersih, kimia, baja, otomotif, serta pertahanan, yang dinilai memiliki peran penting dalam daya saing jangka panjang. (Xinhua)

Penulis: Ahmad Jaelani