Pernyataan tersebut memicu reaksi di berbagai pihak. Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, mengaku telah menyampaikan penolakannya langsung kepada Trump.
“Saya menentang upaya penggulingan rezim yang melanggar hukum federal dan internasional,” ujar Mamdani, sebagaimana dikutip media setempat.
Di Venezuela, Wakil Presiden Delcy Rodriguez menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro dan Cilia Flores. Dalam sidang Dewan Pertahanan Nasional yang disiarkan televisi nasional, Rodriguez menyatakan, “Maduro adalah presiden sah Venezuela dan harus segera dibebaskan.”
Respons internasional juga bermunculan. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menyampaikan keprihatinan mendalam atas operasi militer AS. “Sekjen menekankan pentingnya penghormatan penuh terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB,” kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric, dalam pernyataan tertulis.
Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar rapat darurat pada Senin, 5 Januari 2026, untuk membahas situasi di Venezuela dan dampak operasi militer Amerika Serikat. Sementara itu, sejumlah aksi unjuk rasa penolakan perang dilaporkan berlangsung di beberapa kota besar AS, termasuk Washington DC dan New York, dengan tuntutan penghentian keterlibatan militer di Venezuela. (Xinhua)
