“Penjualan minyak tanah pada tingkat pangkalan tersebut, terkadang tidak mampu bertahan sampai sore hari, sementara warga yang mengantri jumlahnya tidak banyak,” ungkap Mahfud.

Dia menduga kalau para pemilik pangkalan menahan sebagian besar minyak tanah yang seharusnya dijual dengan harga subsidi atau berdasarkan HET yaitu Rp 3.750 per liter.

Mahfud menambahkan, sehari setelah antrian panjang, para pemilik pangkalan minyak tanah di Kecamatan Reok melakukan penjualan eceran denga harga bervariasi mulai dari Rp 35.000 sampai Rp 50.000 per jerigen 5 liter.

Baca Juga: Ribuan Warga Meriahkan HUT Kabupaten Bombana ke-19

Ia berharap, agar sekirannya persoalan kelangkaan minyak tanah tersebut segera diatasi.