Terpisah, Sub Koordinator Seksi Guru Madrasah di Kemenag Provinsi Sumatera Utara, H Purba Pohan ketika dikonfirmasi terkait dengan tuntutan mahasiswa mengatakan, akan menindaklanjuti kepada pimpinannya.
"Terkait dengan adanya pelajaran yang tewas. Memang kematian itu tidak bisa dipungkiri, musibah itu tanpa adanya unsur kesengajaan, itu musibah murni dan pihak keluarga dan orang tua sendiri (korban) sudah ikhlas dengan adanya musibah tersebut," ungkap Purba Pohan.
Mengenai adanya dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang ada di MAN 2 Model Medan. Pihak Kemenag Provinsi Sumatera Utara masih mendalaminya. Bahkan mereka meminta adanya bukti autentik.
"Kita butuh data, fakta dan dokumen. Mengenai adanya dugaan KKN itu. Jika ada bukti pendukung, maka akan segera kami proses," terangnya. (A)
Penulis: Reza Fahlefy
