"Saya minta agar Pak Kapolda, Pak Kapolres mengevaluasi secara serius insiden penembakan gas air mata secara brutal ke dalam kampus kami yang mengakibatkan kerugian pada mahasiswa yang sedang melangsungkan kegiatan perkuliahan," ungkap Abdullah Alhayad melalui telepon seluler, Senin (12/6/2023) malam.
Dia berharap polisi bisa menyelesaikan masalah tanpa masalah, bukan menambah masalah baru. Beberapa mahasiswa UHO juga tidak terima tindakan polisi yang menembakkan gas air mata hingga ke dalam kampus.
Baca Juga: Pasukan Brimob Polda Sulawesi Tenggara Sisir Area Kampus Gunakan Gas Air Mata, Warga jadi Korban
Sementara Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) UHO, Aldian, meminta pimpinan Universitas Halu Oleo untuk tegas mengenai kejadian ini dan aparat harus meminta maaf.
"Tentunya kami mengutuk keras tindakan tersebut, dan Polda harus minta maaf kepada masyarakat UHO akibat kerugian yang ditimbulkan. Kami juga berharap pimpinan universitas tegas atas kejadian ini," ungkap Aldian. (B)
