Ia menjelaskan, alat tersebut memiliki tungku dan ada 2 tahan yaitu melalu tahan kondensor 1 dan kondensor 2 disertai dengan saluran bahan bakar.
Baca Juga: Toko Deva Utama Elektronik Menjawab Tantangan Maraknya Inovasi Toko Online
Tungku tersebut sebagai tempat sampah-sampah plastik, dimasukkan dan di sinilah tempat terjadinya pelelehan. Kemudian 2 tahap kondensor, ada pipa kuningan sebagai saluran bahan bakar, ketika sudah mencapai suhu didihnya maka cairan akan keluar melewati pipa kuningan ini.
“Saya kira ini merupakan ide kreatif dari teman-teman mahasiswa, bagaimana bisa meminimalisir sampah yang ada di Kota Kendari, dan harapan kami alat tersebut dapat dikembangkan bisa diwujudkan yang bentuknya lebih besar dan lebih baik lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua NGO Celebes Conservation Center (CCC) La Ode Arwan mengatakan, ia bersama ketua HMJ Teknik Mesin sekaligus pembina Bengkel Keilmuan Teknik Mesin, memperkenalkan alat daur ulang sampah plastik menjadi bahan bakar.
