Arifatullah juga menduga, aksi Polda Sumatera Utara bersama Polrestabes melakukan penggerebekan di kantor bos judi terbesar itu adalah sebuah skenario.

"Kami para mahasiswa dalam menilai penggerebekan tersebut, apakah sudah diskenario agar Si bos bandar aman?

Padahal Bapak Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo sudah tegas memerintahkan kepada seluruh pimpinan Polri, baik di wilayah provinsi dan kabupaten serta kota untuk tegas memberantas soal perjudian dan narkoba," tuturnya.

Aksi pengerebekan di lokasi itu dan hasilnya negatif, memunculkan kecurigaan. Mereka menduga, adanya keterlibatan Kapolda Sumatera Utara dengan Konsorsium 303 tersebut semenjak munculnya tabel yang mencatut nama Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol panca Putra Simanjuntak.

"Apalagi saat ini bos besar atau bandar judi terbesar Sumatera Utara yang berinisial Apin BK tidak tertangkap hingga sampai saat ini, dugaan kami juga semakin menguat," tegasnya.