Ketika terjadi saling dorong antara massa aksi dengan pihak keamanan, kemudian pihak keamanan mencoba menembakan peluru gas air mata untuk membubarkan massa aksi.

Hanya saja, ada oknum yang tidak bertanggung jawab melepaskan tembakan dengan menggunakan peluru karet yang mengenai salah seorang massa aksi pada bagian lengan kiri atas, sehingga mengalami luka yang berbentuk bulatan pada bagian lengan.
Baca juga: Zona Merah, Bupati Konawe Minta Tambahan Mobile Lab PCR
