Kurangnya pemahaman UMKM tentang Standar Akuntansi Keuangan Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMMM) dibuat khusus untuk UMKM. Namun, banyak UMKM belum memahaminya dengan baik, sehingga laporan keuangan mereka tidak sesuai standar.

Laporan keuangan yang tidak berkualitas dapat menghambat akses UMKM terhadap pembiayaan dan membuat pemilik usaha kesulitan memantau kondisi keuangan dan mengambil keputusan bisnis yang tepat.

Mirza Hapsari, mahasiswa Program Doktor FEB Unsoed dan dosen Manajemen Perbankan Prodi Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 66, menjelaskan tentang pertumbuhan UMKM dan perhatian pemerintah.

Baca Juga: Momen Bhayangkara ke-78 di Poasia Kendari, Ratusan Masyarakat Dapat Pengobatan Gratis

Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan jumlah UMKM di Indonesia terus meningkat. Dari 44,9 juta unit pada tahun 2010 menjadi 64,2 juta unit pada tahun 2019.