Dalam perjalanan, menurut Irsan, dirinya mendadak dipukul oleh pria yang disebutnya sebagai Ridwan Badallah. “Ketika berjalan, tiba-tiba bapak Ridwan Badallah memukul saya hingga mulut bagian dalam saya robek,” jelas Irsan.

Irsan menambahkan bahwa sepanjang perjalanan menuju sebuah kedai kopi ia terus diintimidasi. “Saya diancam, ditekan, dan dipaksa untuk membuat video klarifikasi,” tuturnya.

Setelah tiba di kedai kopi yang disebut Coffe Tjan, Irsan mengaku masih mendapatkan tekanan. “Mereka terus menekan saya untuk segera membuat video klarifikasi,” katanya.

Irsan juga menuturkan bahwa pria yang disebutnya sebagai Ridwan Badallah mengancam akan membunuhnya jika tidak membuat video klarifikasi.

“Dia berkata, 'bila pelapor tidak membuat video klarifikasi, maka pelapor akan dibunuh,” ujar Irsan. (C)