"Kita sebagai seniman ketemu tempat untuk melukis itu agak susah, karena masyarakat sini belum banyak yang suka seni, apalagi seni mural," tutur Eko di X Bro Cafe, Minggu malam (19/3/2023).

Eko sendiri telah menggeluti dunia seni mural sejak 2014. Pada saat diwawancarai oleh pihak Telisik.id dirinya tengah menyemprotkan cat piloxnya di papan mural miliknya, karya seni yang tengah ia buat bernama manusia setengah mutan yang digambarkan melalui bunglon berkaki manusia.

Selain Eko, seniman lain, Nanda atau lebih dikenal dengan nama Riger juga mengakui hal sama. Nanda sendiri merupakan mahasiswa asal Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari yang tengah melukis abstrak bertema Commafest.

"Kita seniman kurang ruang gerak untuk menuangkan kreativitasnya kita, kelompok seniman di Kendari juga masih jarang jadi masih susah buat berbagi ilmu," tuturnya.

Menjawab permasalahan tersebut sekolompok mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Halu Oleo (UHO) membuat sebuah event yang disebut sebagai Communication and Art Festival (Comma Fest) yang diketui oleh Fikri yang akrab disapa Ambon.