Saat itu, kata Ira, korban sempat melambaikan tangan seolah meminta pertolongan.
Namun karena takut, Ira tidak berani menghampiri korban dan menolong korban.
Ia pun hanya meminta korban untuk memberikan handphonenya dan bermaksud menghubungi keluarga korban.
Kemudian, ia melaporkan kejadian ini ke Selicuransis W G Mouwlaka yang juga ketua RT 38, Kelurahan Liliba untuk menghubungi ambulance.
Selicuransis mendapati korban dalam keadaan kritis. Korban duduk di atas kursi dengan kondisi tangan tergantung, lidah menjulur ke luar dan air liur keluar dari mulut.
