Baca Juga: Bentrok Maut di Papua Pecah, Puluhan Orang Tewas, Ini Penyebabnya
Ia juga menyerukan agar pemerintah pusat mencari solusi menyelesaikan konflik di Tanah Papua untuk mengakhiri segala bentuk pelanggaran HAM yang terus terjadi.
"Kami sering dikriminalisasi dan mendapatkan teror dengan moncong senjata apalagi selalu diperhadapkan dengan militer," katanya.
Secara sepihak, kata Yanto, pemerintah Indonesia mengundang investor sebanyak-banyaknya untuk mengelola alam dan kekayaan Papua khususnya PT Freeport yang sudah masuk sejak 7 April 1967, yang berakibat terjadinya pengrusakan alam dan kehidupan masyarakat Papua.
Sementara salah satu orator, Geno mengatakan, selama ini masyarakat Papua tidak pernah mendapatkan kemerdekaan untuk menyampaikan aspirasi karena dibayang-bayangi dengan pendekatan militer dan kriminalisasi.
