Menurutnya, kurikulum disusun berbasis capaian pembelajaran dengan penguatan pada asuhan kebidanan komplementer, manajemen organisasi, serta kepemimpinan.
Asuhan kebidanan komplementer, menurut Sulfianti, memberi ruang bagi mahasiswa untuk melihat pelayanan secara lebih luas.
"Ditambah kemampuan manajerial, lulusan tidak hanya bekerja dalam sistem, tetapi mampu mengembangkan layanan dan menciptakan nilai tambah,” jelas Sulfianti.
Pengalaman langsung di lapangan dinilai mampu membentuk pola pikir mahasiswa menjadi lebih matang.
Mereka belajar memahami kebutuhan pasien serta memberikan pelayanan yang tidak hanya sesuai standar, tetapi juga mengedepankan sisi kemanusiaan.
