"Kalau saya saran, distribusi bantuan semacam ini harusnya disalurkan langsung saja oleh pihak pemprov, misalnya melalui bantuan berupa uang, karena masalahnya kalau sembako, otomatis harus ada tim lagi yang dibentuk di sini untuk mendistribusikan bantuan itu dan itu rawan lagi disalahgunakan," ungkapnya.

Baca juga: Kapal Pencari Ikan Kecelakaan di Perairan Wakatobi

Dia juga meminta para para wartawan, agar tidak hanya memberitakan tentang penyerahan bantuan namun seperti apa realitasnya di masyarakat juga bisa diliput.

"Ini kita yang tinggal di asrama sudah didatangi sama mahasiswa Sultra lain yang tinggal di kos, hanya gara-gara mereka dengar ada bantuan, padahal bantuannya cuma 10 paket sembako di asrama putra," keluh Awaluddin yang berasal dari Bombana.

Mahasiswa Pascasarjana salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta ini mengaku, sebetulnya tidak mempermasalahkan soal bantuan sembako yang diberikan Pemerintah Provinsi DIY yang tidak sesuai itu.