YOGYAKARTA, TELISIK.ID - Terkait rencana datangnya 500 TKA China ke Sultra, mahasiswa asal Sulawesi Tenggara di Yogyakarta menyatakan penolakannya.
Awaluddin M. Ali, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta asal Bombana dan mahasiswa Pascasarjana mengatakan, mereka dengan tegas menolak kedatangan 500 TKA China.
"Bukan karena sentimen rasis, akan tetapi karena saya menilai bahwa hari ini sudah terlalu banyak perusahaan-perusahaan yang masuk ke Sultra dengan iming-iming mensejahterakan, tapi hasilnya nol besar!" tegasnya.
Menurutnya, yang dapat keuntungan dari perusahaan-perusahaan di Sultra hanya orang-orang dari Jakarta, elit-elit lokal dan investor. "Bukan rakyat Sultra," tandas Awaluddin, Selasa (23/6/2020).
Baca juga: Begini Gaji TKA yang Bekerja di Indonesia
