Yang disayangkan selama ini, menurut Awaluddin, karena pihak pemerintah pusat semau-maunya di daerah. "Jadi, tidak ada gunanya otonomi daerah kalau begini karena yang ambil untung tetap pemerintah pusat," ungkapnya.
Bagi Awaluddin, pemerintah pusat yang untung dan yang di lokal cuma dapat ampasnya saja. Contohnya, lihat di Bombana, 3 tahun yang lalu datang perusahaan gula buka kebun.
Awal kedatangannya, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian, sebut-sebut kalau perusahaan akan bikin masyarakat sejahtera. "Tapi setelah perusahaan diterima, apa yang didapat masyarakat?" katanya.
"Itu cuma tipu-tipu. Perusahaan justru menggusur lahan ternak milik masyarakat dan merusak jalan umum. Kalau seperti ini mendingan tidak usah kita buat negara karena negara lebih memprioritaskan kepentingan elit dan korporasi daripada masyarakat," kata Awaluddin.
Reporter: Affan Safani Adham
