Dalam karyanya Azizah mengusulkan sebuah sistem deteksi berbasis teknologi canggih untuk memantau dan mencegah praktik penyimpangan di sektor pertambangan, dengan studi kasus di Blok Mandiodo, Sultra.

Blok Mandiodo, yang sebelumnya pernah terjerat dalam kasus korupsi terkait izin pertambangan, menjadi latar belakang utama dari penelitian ini.

Azizah mengembangkan sistem yang mampu mendeteksi adanya aktivitas pertambangan di area yang tidak memiliki izin. Sistem ini, yang memadukan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan IoT, dapat memberikan notifikasi peringatan apabila alat berat memasuki wilayah yang tidak seharusnya.

Sistem ini diharapkan dapat menjadi alat pemantau yang efektif untuk membantu otoritas dalam penanganan masalah perizinan dan mencegah kerugian negara akibat korupsi di sektor pertambangan.

Azizah menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam pengembangan sistem ini adalah kondisi geografis dan keterbatasan akses internet di lokasi pertambangan. Banyak daerah pertambangan, termasuk Blok Mandiodo, yang memiliki jaringan internet yang terbatas.