"Sayang sekali, walaupun kampus meringankan dengan tiga kali angsuran. Tapi, kita tau bersama bahwa sekarang ini fasilitas kampus tidak pernah kita gunakan di masa pandemi ini," ucapnya.

"Pertama, akibat COVID-19 ini,  penghasilan turun drastis bahkan ada yang kehilangan pekerjaan. Ini mestinya perlu diperhatikan pimpinan kampus. Kedua,  pimpinan Kampus harus bersedia melakukan pemotongan biaya  sebagai bentuk kompensasi terhadap hak-hak mahasiswa dalam penggunaan sarana prasarana dan fasilitas kampus yg tidak digunakan pada metode kuliah jarak jauh atau berbasis online," lanjutnya.

Ansar juga mengaku pernah ada pertemuan dengan pihak kampus, tetapi dalam pertemuan tersebut semua perwakilan BEM tidak setuju dengan keputusan rapat.

"Iya pernah ada rapat tapi sebenarnya  teman-teman BEM sangat tidak sepakat dengan keputusan Itu namun karena waktu pertemuan Itu pimpinan kampus buru-buru katanya ada keperluan lain sehingga keputusan rapat Itu terkesan buru-buru," ungkapnya.

Baca juga: Dosen USN Kolaka Bantu Mahasiswa Tak Pulang Kampung