Inovasi yang dihasilkan oleh tim ini menggabungkan dua metode, yaitu MSW dan mitrotermora HVSR, untuk memetakan kerentanan tanah terhadap likuifaksi di wilayah pesisir Mamuju. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi terjadinya bencana likuifaksi di daerah tersebut.
“Kami berharap penelitian ini dapat menjadi langkah awal untuk pengembangan mitigasi bencana likuifaksi yang lebih komprehensif,” tambah Riezky.
Dewi Pratiwi, salah satu anggota tim, menjelaskan manfaat signifikan dari penelitian ini bagi masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah pesisir.
Baca Juga: Universitas Hasanuddin Makassar Juara LKTI Kompetisi Geofisika Nasional
“Dengan mengetahui potensi terjadinya likuifaksi, masyarakat dapat lebih waspada dan siap menghadapi bencana. Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan dasar dalam perencanaan tata ruang dan pembangunan infrastruktur yang lebih aman,” kata Dewi.
