Sedangkan alat yang digunakan adalah tabung Erlenmeyer, gelas ukur, gelas kimia, tabung reaksi, rak tabung, pipet tetes, penangas air, blender, ayakan mesh 200, kaca arloji, timbangan analitik, labu ekstraksi, batang pengaduk, stirrer, cawan petri, rotary evaporator, jarum ose, pinset, incubator, laminar air flow, termometer, pencadang, autoklaf, mikro pipet, mistar berskala Kertas Saring nomor 1, kertas label, aluminium foil dan alat fotografi.
Langkah pertama adalah membuat ekstrak Daun Waru. Setelah itu, dibuat mikroemulsi yang terdiri dari ekstrak Daun Waru, Adeps Lanae, Vaselin Album, m.f.salep, TEA dan Aquades.
Sediaan salep yang akan dibuat dalam penelitian ini memiliki konsentrasi ekstrak Daun Waru yang berbeda-beda, yaitu 13 persen dan 26 persen untuk dua kali pemakaian dalam sehari selama tujuh hari pengamatan.
Ekstrak Daun Waru dicampur dengan bahan lain sampai tercampur rata di dalam Beaker Glass dengan menggunakan Magnetic Stirrer pada suhu 30-35±2°C, kemudian dicampurkan dengan bahan lain. Setelah itu, ditambahkan Aquades sampai volume yang dikehendaki, kemudian tambahkan TEA tetes demi tetes sambil diaduk perlahan sampai terbentuk gel yang jernih.
Berdasarkan penelitian ini, konsentrasi ekstrak Daun Waru lebih banyak dibandingkan dengan bahan-bahan pendukung sehingga salep daun waru lebih maksimal.
