WAKATOBI, TELISIK.ID - Kapal perintis Latih Barombong yang melayani rute Sulawesi Tenggara (Sutra) hingga Sulawesi Selatan (Sulsel) belum kembali beroperasi sejak menjalani docking pada Desember 2025 lalu.

Kondisi ini berdampak langsung pada mahasiswa asal Wakatobi yang menempuh pendidikan di Kendari, terutama di masa liburan semester seperti saat ini.

Di Sultra, Kapal Latih Barombong selama ini menjadi moda transportasi andalan mahasiswa karena tarifnya yang relatif terjangkau. Namun, belum adanya kepastian jadwal operasional kapal memaksa mahasiswa memilih alternatif lain yang jauh lebih mahal.

Baca Juga: Meski Berkebutuhan Khusus, Siswa SLBN 1 Kendari Belum Dapat Program MBG

Mahasiswa terpaksa menggunakan Kapal Jetliner atau kapal swasta dengan biaya sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu hanya untuk mencapai Pulau Wangi-Wangi.