Alki mengaku, harus mengeluarkan sejumlah uang lebih banyak untuk membeli kuota internet, sebab kini dia harus mengikuti satu per satu perkuliahan dan ujian melalui kelas-kelas maya.
"Cepat sekali habis kuotanya. Padahal buat ujian hanya kuliah 40 menit sudah habis 11 gigabyte," keluh Alki Sinagri kepada telisik.id, Minggu (17/05/2020).
Tidak cuma boros kuota, sistem perkuliahan daring menurut Alki tidak efektif, terutama dalam kegiatan UTS yang nantinya akan digunakan oleh dosen.
Baca juga: Jadi Trasmisi Lokal, Ratusan Pedagang di Kendari Ikuti Rapid Tes
Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Sulawesi Tenggara ini mengungkapkan, saat pelaksanaan banyak kekacauan yang terjadi, termasuk kekurangan waktu, serta kendala sinyal yang dialami oleh sejumlah mahasiswa.
