“Ada yang protes waktunya kurang. Ada juga yang kepencet kirim padahal belum selesai. Terus dibilang tidak boleh buka buku, tapi ya gimana, dosennya tidak bisa mantau," tutur dia.

Namun Alki Sinagri menambahkan, tidak semua dosen menuntut untuk melaksanakan perkuliahan melalui platform yang menyedot kuota. Sejumlah dosen lebih memilih mengirimkan materi di grup WhatsApp, untuk selanjutnya didiskusikan.

"Jadi nanti sehari sebelumnya dikirim, terus dibaca pas jam pelajaran," tutup Alki Sinagri.

Reporter: Dul

Editor: Sumarlin