“Artinya ini sekolah untuk semua, baik anak-anak reguler maupun yang berkebutuhan khusus. Semuanya digabung tidak ada yang dibedakan,” ucapnya, Minggu (30/7/2023).

Direktur PKBM Mainawa tersebut juga mengatakan, seluruh anak adalah cerdas dan juara sesuai fitrahnya, tidak ada anak yang bodoh hanya saja mereka belum menemukan guru dan metode belajar yang tepat.

Adapun kurikulum dalam PKBM Mainawa Kreativa sedikit berbeda dengan kurikulum nasional, kurikulum yang diterapkan didesain sesuai dengan kebutuhan, serta minat dan bakat peserta didik. Penyusunan kurikulum tersebut juga melibatkan peran dan kesepakatan orang tua murid.

Pembelajaran dirancang sehumanis mungkin agar ramah otak, membahagiakan, kreatif, aplikatif, guna menstimulus peserta didik agar memiliki motivasi long life

learner (pembelajar seumur hidup).