KONAWE, TELISIK.ID — Setiap subuh langkah kaki Maisa (56) tak pernah absen menuju laut. Bertahun-tahun, perempuan asal Desa Leppe, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe ini menggantungkan hidup pada hasil tangkapan laut seperti ikan, kerang, dan gurita.

Tak banyak yang tahu, sejak suaminya meninggal dunia beberapa tahun silam, ia menjadi satu-satunya tulang punggung bagi keluarga.

“Kalau musim barat, saya turun subuh. Tapi kalau musim selatan, tunggu air surut siang sampai malam,” tutur Maisa, Sabtu (3/5/2025), sambil memisahkan hasil tangkapannya.

Baca Juga: Pemkab Muna Siapkan Lahan 44 Hektare untuk Sekolah Rakyat di Motewe

Maisa tak pernah belajar secara formal soal ilmu kelautan, melainkan diperoleh dari pengalaman  orang tuanya sejak kecil.