Artinya, cara manusia mencari makan telah melampaui ambang batas kemampuan bumi untuk pulih (planetary boundaries) dan tampak adanya keserakahan, sehingga reorientasi produksi dan konsumsi pangan menjadi mendesak.

Bisakah Manusia Mencari Makan Tanpa Merusak Lingkungan?

Jawabannya: sangat bisa. Kerusakan lingkungan bukan disebabkan oleh tindakan makan sebagai kebutuhan biologis, melainkan oleh cara pangan diproduksi dan dikonsumsi: sistem ekstraktif, industri skala besar yang mengabaikan daya dukung alam, serta konsumsi berlebihan yang menyisakan pemborosan.

Baca Juga: Menagih Kedaulatan Gizi Anak Indonesia pada Usia 81 Tahun Kemerdekaan

Karena akar masalahnya ada pada sistem, solusinya pun harus menyasar sistem itu, bukan sekadar imbauan makan lebih sedikit. Tiga pilar berikut menunjukkan produksi pangan dan pemulihan lingkungan bisa berjalan beriringan.