Baca Juga: Atas Restu Orang Tua, Perantau Asal Madiun Ini Buka Usaha Rumah Makan di Kendari
"Pusing juga kita kalau naik terus begini. Apalagi kita yang punya warung makan kan pasti butuh beras banyak. Sekarang ini jangankan beras yang bagus, ini malah biar beras yang jelek juga naik harganya," ujar Mas Anam, Kamis (13/6/2024).
Meski harga beras naik, dia tetap mempertahankan harganya, meskipun untungnya sedikit tidak masalah. Dia pernah mengurangi porsi nasi, malah dikomplain oleh pembeli.
"Mereka nda mau tau kalau lagi mahal sekarang bahan-bahan. Yang penting mereka makan, kenyang," tambahnya, mencurahkan unek-uneknya kepada Telisik.id, Selasa (11/6/2024).
Sementara itu menurut Dian (30) salah satu pemilik warung makan sari laut yang terletak di Jalan Latsitarda, Kecamatan Kambu, kenaikan harga jelas mempengaruhi pendapatan usahanya. Sehingga harus mengurangi porsi dagangannya biar tetap untung. Belum lagi ia harus menggaji karyawan setiap bulan.
