"Jelas kenaikan harga bahan pokok ini berpengaruh. Akhirnya kita harus kurangi porsi kita dalam sehari, kan itu pengaruh sama penghasilan kami. Belum lagi gaji karyawan tetap harus dibayar per bulan," tuturnya.

Dian mengaku tidak tega menaikkan harga atau mengurangi porsi makanan yang dijualnya. Karena umumnya pembelinya adalah mahasiswa.

Baca Juga: Rumah Makan di Kota Kendari Viral di Instagram Tak Pernah Sepi Pengunjung, Ternyata Ini Menu Andalannya

"Sebenarnya saya kasihan Mas. Tapi mau diapa, apa-apa naik. Aduh, apalagi harga kol Mas, mahal sekali. Akhirnya kita juga naikin harganya, tapi sebenarnya saya nda tega, karena kita kan pembelinya itu rata-rata mahasiswa," tambah Dian dengan nada sedih.

Dewi owner salah satu rumah makan di depan kampus UHO berharap semoga  harga bahan pokok bisa normal kembali dan tidak naik terus.