Ketika kita merayakan Idul Fitri, maka hal itu berarti bahwa setidak-tidaknya kita telah menunaikan dua perintah sekaligus; perintah yang pertama: adalah perintah dari Allah SWT. yang merupakan keharusan dan kewajiban untuk melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh, dan perintah yang kedua: adalah perintah dari Rasulullah SAW. yang merupakan sunnat dan anjuran untuk beribadah pada malam-malam bulan Ramadan.
Hari raya yang kita rayakan disebut juga dengan hari raya fitrah. Disebut hari raya fitrah karena kita merayakan kembalinya kita kepada fitrah dan kesucian kita masing-masing. Hal ini didasarkan pada hadist Rasulullah SAW, yang diriwayatkan oleh Imam al-Nasai, bahwa: Sesungguhnya Allah SWT, telah mewajibkan puasa Ramadan bagi kalian, sedang aku mensunnatkan kalian untuk beribadah malam hari di bulan Ramadan.
Barang siapa yang berpuasa dan beribadah pada malam hari di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan penuh berharap pahala dari Allah, maka ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti tatkala ia baru saja dilahirkan dari perut ibunya. (HR. al-Nasai)
Hadits di atas secara tegas menyatakan bahwa ada banyak segi persamaan antara seorang bayi yang baru saja dilahirkan dari rahim ibunya dengan seorang yang baru saja melaksanakan ibadah puasa Ramadan dengan penuh keimanan dan kesungguhan.
Persamaan antara seorang bayi yang baru saja dilahirkan dari rahim ibunya dengan seorang yang telah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh, setidaknya dapat disebutkan sebagai berikut:
