Puasa adalah perisai yaitu sebuah tameng dan benteng seorang Muslim dari azab api neraka. Dalil dari makna ini adalah: Berdasarkan hadis shahih dari Utsman bin Abil-‘Ash radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Puasa adalah perisai dari neraka, seperti perisai salah seorang diantara kamu dari peperangan”. (HR Ahmad, Nasai dan Ibnu Majah dengan sanad shahih) Dalam Kitabnya Jami’ Al-‘Ulum.

Hafidz Ibnu Rajab rahimahullah berkomentar dengan komentar yang indah: “Bila puasa adalah perisai dirinya dari berbagai maksiat (ketika di dunia), maka di akhirat kelak, puasa tersebut lebih pantas menjadi perisainya dari azab neraka, namun apabila puasa tersebut tidak bisa menjadi perisai baginya dari maksiat ketika di dunia, maka lebih-lebih lagi tidak akan menjadi perisai dirinya dari api neraka di akhirat kelak”.

Puasa adalah perisai dari berbuat dosa

Imam Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah menjelaskan, “Puasa merupakan perisai selama tidak dirusak dengan perkataan jelek yang merusak. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,