Saat perayaan Maulid diadakan, Muzaffar ini mengundang para ulama, ahli tasawuf, ahli ilmu dan seluruh rakyatnya. Para tamu undangan tersebut dijamu dengan hidangan makanan, memberikan hadian, bersedekah kepada fakir-miskin dan lainnya.
Baca juga: Ini 4 Bahaya Berhubungan Intim saat Haid dan Hukumnya Menurut Islam
Ketiga, perayaan Maulid pertama kali diadakan oleh Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi pada tahun 567-622 Hijriyah, kala itu merupakan penguasa Dinasti Ayyub di bawah kekuasaan Daulah Abbassiyah.
Ketika itu, tujuannya merayakan Maulid untuk meningkatkan semangat jihad kaum muslimin dalam rangka menghadapi Perang Salib melawan kaun Salibis dari Eropa dan merebut Yerusalem.
Maka imam ahli hadist dan sejarah yang paling giat mendukung perayaan Maulid Imam Jalaluddin As-Suyuthi menjelaskan, orang yang pertama kali merintis peringatan Maulid ini ialah penguasa Ibril, Malik Al-Muzhaffar Abu Sa'id Kukabri bin Zainuddin bin Baktatin adalah salah seorang raja yang mulia, agung dan dermawan.
