Belajar dari pengalaman buruk di Tunisia, Dinasti Ubaid menempuh cara-cara kultural dengan membangun perguruan Al-Azhar sebagai pusat kaderisasi dai-dai Syiah Rafidhah untuk disebarkan ke wilayah Mesir.

Bukan hanya itu, mereka pun berusaha membangun simpati rakyat Mesir dengan mengadakan berbagai perayaan keagamaan.

Baik dari sisi dakwah, mereka menampakkan diri menyebarkan ajaran-ajaran Shufi (Tasawuf), yang lebih menitikberatkan pada kelembutan hati dan akhlak.

Baca juga: Maulid Nabi: Sejarah Kelahiran Muhammad dan Bacaan Sholawat

Ketika Shalahuddin mulai berkuasa di Mesir di bawah otoritas Dinasti Zanki dan Daulah Abbassiyah. Namun Shalahuddin tidak serta merta menghancurkan peradaban Syiah.