Serupa dengan Sigit, serentak para pemimpin kepolisian di daerah-daerah juga melakukannya. Jejaknya di Banten, diteruskan oleh Kapolda Irjen Pol. Dr. Rudy Heriyanto Adi Nugroho, S.H., M.H., M.B.A. Bahkan, ia menggulir “12 Comander Wish” yang detil ia gali dari kedalaman lokalitas setempat. Misalnya, “Rukun Ulama-Umarak”, “Subuhan Keliling”, “Saba Pesantren”, “Sowan Sepuh”, “Warung Jumat”, dan “Penguatan Manajemen Media”.
Hal serupa juga dilakukan mantan Kapolda Banten (14 April-5 Oktober 2016), Irjen Pol. Drs. Ahmad Dofiri, M.Si yang kini Kapolda Jawa Barat. Lulusan terbaik Akpol 1989 dengan cepat merebut hati berbagai kalangan di provinsi yang terbagi menjadi 18 kabupaten dan sembilan kota ini.
Seraya menggulir “Reformasi Kultur”, “Peningkatan Kinerja dan Modernisasi”, “Peningkatan Stabilitas Kamtibmas”, dan “Meningkatkan pemberdayaan Media”, Dofiri intens bersilaturahmi ke berbagai tokoh masayarakat dan tokoh agama.
Silaturahmi antara lain ke Abuya K.H. Muhyiddin Abd. Qodir Al-Manafi, pimpinan Pondok Pesantren Islam Internasional “Asy-Syiffa Walmahmudiyah”, Pamulihan, Sumedang. Ia juga turun langsung menyambangi warga masyarakat terutama yang terdampak COVID-19 di berbagai wilayah termasuk di Pangandaran.
Selain kepada sesama Forkopimda, ia juga bersilaturahmi ke internal, dengan personel di Polres-polres. Hal tak jauh berbeda dilakukan di wilayah Provinsi Lampung oleh Kapolda Irjen Pol. Drs. Purwadi Ariyanto, M.Si.
