Arsul Sani, anggota Komisi III DPR RI, mitra Polri, melihat kegiatan mendahulukan menyambangi organisasi keagamaan, adalah sebagai suatu “tradisi silaturahmi”.
Langkah ini, menurutnya, akan menumbuhkan kebiasaan bagus yaitu menunjukkan bahwa menjadi pejabat yang pertama-tama perlu dimiliki adalah sikap mendengar, bukan mau didengarkan.
Catatan penulis, kebiasaan mau mendengar merupakan bagian pendemokrasikan diri sekaligus pengakuan akan keberadaan orang lain.
Dalam konteks polisi demokratik, hal ini dapat dimaknai polisi yang menghargai hak-hak sipil, yang tunduk pada prinsip hak-hak sipil, tunduk pada prinsip-prinsip demokrasi dan ‘good governance’ serta melakukan pemolisian modern (community policing) (2018: 41).
Mungkin kita sering mendengar orangtua mengingatkan, “Semua terpulang pada niat, dan senang bersilaturahmi itu akan menjadi pembuka jalan mendapatkan rezeki, termasuk persaudaran.” Rezeki, dalam hal ini, adalah semua kebaikan yang didapat.
