Beban malaria paling tinggi ditanggung oleh anak-anak. Rendahnya imunitas malaria pada ibu hamil dan balita dibanding kelompok lainnya menyebabkan insidensi malaria lebih tinggi pada kelompok tersebut dengan efek negatif termasuk anemia dan kematian. Dengan masih tingginya jumlah penduduk yang tinggal di daerah dengan penularan malaria (70 juta jiwa) masih terdapat banyak ibu hamil dan anak yang beresiko menderita malaria.
Malaria pada ibu hamil dan anak mengganggu pertumbuhan dan perkembangan terutama dalam periode “golden age”. Dari seluruh kasus malaria di Indonesia, 44% terjadi pada anak usia di bawah 15 tahun (311 kasus) dengan 48,971 kasus pada balita termasuk 7,672 kasus terjadi pada bayi.
Pencegahan Malaria
Malaria dapat dicegah dengan menghindari gigitan nyamuk dan mengkonsumsi obat-obatan seperti kemoprofilaksis sebelum bepergian ke daerah di mana malaria sering terjadi.
Baca Juga: Bangsa Sehat: Berwawasan Lingkungan
