Media di Vietnam dan negara tetangga seperti Indonesia telah menyoroti isu ini, dengan tuduhan bahwa dokumen seperti akta kelahiran atau bukti residensi telah dipalsukan.
Ini bukanlah kasus pertama pemalsuan dokumen di sepak bola internasional. Sebelumnya, Timnas Timor Leste dikeluarkan dari Piala Asia 2023 karena akta kelahiran palsu, sementara Guinea Khatulistiwa pernah menghadapi sanksi serupa pada kualifikasi Olimpiade 2012 dan Piala Dunia 2014.
Di media sosial, banyak yang menyuarakan dukungan bagi FAM sambil menuntut transparansi lebih lanjut dalam proses naturalisasi. FAM berjanji akan bekerja sama penuh dengan FIFA selama proses banding untuk membersihkan nama baik sepak bola nasional. (C)
Penulis: Merdiyanto
