Menurut mantan Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sultra itu, menjadi Kapolsek itu tantangan dan dinamikanya sangat besar. Karenanya, dibutuhkan pola manajerial untuk mengelola potensi-potensi kerawanan yang sewaktu-waktu bisa timbul.
"Saya bangga dengan Kapolsek Katobu yang mampu mengelola situasi Kamtibmas dengan cara komunikasi dan koordinasi semua unsur melalui pendekatan kearifan lokal. Hal itu bisa menjadi contoh Polsek lainnya," ungkapnya.
Baca Juga: Soal Pembatalan Proyek PLTD di Busel, Dewan Bakal Panggil UKPBJ dan PLN
Belum lagi, Kapolsek Katobu bersama pihak-pihak terkait membangun masjid. Tidak semua orang bisa melakukan itu.
Kapolsek Katobu, Iptu LM Arwan menerangkan, karakter masyarakat di empat kecamatan di wilayahnya tempramen dan emosional. Dalam menyelesaikan masalah, selalu setelah mengkonsumsi minuman keras (Miras), sehingga menimbulkan gangguan Kamtibmas. Namun, ia bisa mengatasinya melalui pendekatan emosional. Terbukti, sepanjang tahun 2021, tidak ada lagi perkelahian antar lorong.
