Hermi juga menambahkan, dalam stand pameran itu terdapat juga beberapa hasil karya siswa dalam bentuk wirausaha dan kearifan lokal yang menampilkan olahan kripik pokea yang diolah dari kerang pokea, salah satu santapan lokal khas Sulawesi Tenggara. Hermi menjelaskan, daging pokea diolah menjadi kripik kemudian kulit kerangnya diolah menjadi tempat pensil, gantungan kunci dan berbagai karya bermanfaat lainnya.

Sementara di kesempatan lain, Kepala Sekolah MAN 1 Konawe, Nyuheri Slamet menjelaskan, baju olahan limbah plastik tersebut telah menjadi pemenag di kegiatan gerak jalan indah di Kabupaten Konawe pada Agustus lalu. Tim putra dari MAN 1 Konawe meraih juara 1, sedangkan tim putri meraih juara 2.

Nyuheri juga menambahkan, dalam ajang MYRES tingkat nasional ini, MAN 1 Konawe berhasil sampai ke tahap 50 besar, setelah bersaing dengan ratusan pesaing lainnya di seluruh Indonesia.

“Untuk MYRES ini, meski belum sampai ke nasional, MAN 1 Konawe berhasil lolos ke babak 50 besar se-Indonesia, bersaing dengan ratusan madrasah lain,” jelasnya.

Baca Juga: Pj Gubernur Dikabarkan ke Kendari Besok, Ini Kata Penanggung Jawab Ruang VIP Bandara Haluoleo