Setelah mengetahui tidak ada kamar atau kamar penuh. Santi Yoseva dan keluarga yang sangat membutuhkan perawatan ibunya, karena kondisi tubuhnya sebagian besar terkelupas karena terbakar ini mengaku sebagai peserta asuransi Prudential. Mendengar itu, pihak manajemen langsung menyuruh pihak keluarga untuk membawa pasien ke dalam kamar.

"Kenapa saat kami tunjukkan dan kami sebut kami peserta asuransi, kamar tersedia? Karena kondisi mendesak dan ibu saya membutuhkan perawatan, akhirnya kami bawa ibu kami masuk ke kamar," ucapnya.

Akan tetapi, setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit itu. Biaya yang diminta oleh rumah sakit mencapai Rp 47 juta. Karena uang klaim yang ada di polis asuransi Prudential miliknya tidak mencukupi, sehingga mereka harus mengeluarkan dana mencapai puluhan juta rupiah.

"Rupanya, hanya ada Rp 23 juta di dalam asuransi ini. Sehingga sisanya kami bayarkan dengan menggunakan uang tunai. Kami tidak punya uang, uang itu kami pinjam dari keluarga dan tetangga yang mau membantu," tuturnya.

Selain keluhan itu, pihak dokter atau manajemen diduga melakukan penipuan dalam melakukan penanganan pasien dan biaya yang dikeluarkan untuk membayar selama berada di rumah sakit itu.