BAUBAU, TELISIK.ID - Drs. H. La Ode Manarfa, Lahir di Kulisusu Buton Utara pada 22 Maret 1919. Ia merupakan anak sulung dari Sultan Buton La Ode Falihi Qaimuddin Khalifatul Khamis dan ibunya Wa Ode Azizah, Putri dari Lakina Wolio yang juga merupakan keturunan raja-raja di Buton.
Sejak kecil Beliau dididik oleh kedua orang tuanya untuk membuka pemikiranya dalam dunia pendidikan. Hal itulah yang membuat dirinya bisa menyelesaikan pendidikanya hingga jenjang tertinggi.
Sebagai anak Sultan, ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Laiden, Belanda dan mempelajari Indologi. Lulus pada 1948 dengan menulis skripsi Boeton en Haar Standenstelsel. Manarfa pun menjadi sarjana pertama di kawasan Sulawesi Selatan dan Tenggara.
Di negeri belanda, Manarfa tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) dan dikenal sebagai sosok yang kritis dalam berbagai hal.
Dilansir dari Butonmagz.id, Lewat forum PPMI itulah Manarfa menumpahkan kekritisannya terhadap agresi militer belanda di Jogjakarta. sebagaimana dituliskan dalam buku Biografi Drs. La Ode Manarfa berjudul Tongkat Putra Sultan, Insprirasi dan Kisah Hidup La Ode Manarfa yang ditulis oleh Ramadan dan kawan-kawan.
