Manarfa juga dianggap sebagai Sultan ke 39 oleh masyarakat Buton, namun kekuasaanya yang dimilikinya bukan kekuasaan politik. Kekuasaannya yang dimilikinya lebih lebih pada kekuasaan sosio-ekonomi-kultural yang dipergunakan untuk memajukan kawasan.
Manarfa memandang bahwa dalam memajukan daerahnya, hanya bisa ditempuh dengan memajukan kualitas pendidikan di daerahnya dengan baik.
Salah Satu Dosen dan Pencetus Lambang Universitas Hasanudin (Unhas)
Sepulangnya ke tanah Sulawesi, Berbekal ilmu pengetahuan yang didapatnya dari Belanda. Manarfa ikut bergabung menjadi dosen di Unhas yang sekarang menjadi salah satu perguruan tinggi rujukan di Indonesia.
Pada tahun 1956 Beliau juga terlibat dalam pembentukan lambang Ayam Jago untuk Universitas Hasanudin Sulawesi Selatan. Lambang tersebut untuk mengenang perjuangan Sultan Hasanudin yang dijuluki Ayam Jantan dari Timur.
